Indonesia Lirik Inovasi Frugal Penghasil Teknologi Murah

Oleh Babus Salam · Selasa, 18 Desember 2012 · Kategori Teknologi Dan Sains

Inovasi frugal merupakan serangkaian kegiatan desain rekayasa kreatif yang menghasilkan produk teknologi inovasi yang sangat murah dan kuat. Teknologi ini juga mudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang memiliki kemampuan ekonomi rendah.

Menurut Djusman Sajuti, Sekretaris Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pengembangan kemampuan inovasi frugal perlu menjadi fokus perhatian Iptek di Indonesia.

"Inovasi frugal harus memahami kondisi lingkungan di negara berkembang dengan mengaitkan antara sumber daya yang dimiliki, teknologi kreatif dan keahlian entrepreneurial," kata Djusman Sajuti, dalam pidatonya di Forum Tahunan Pengembangan Iptekin Ke-2 Tahun 2012 yang bertajuk Inovasi Frugal: Tantangan dan Peluang Penelitian dan Pengembangan serta Bisnis di Indonesia, di Kantor LIPI, Jakarta, 10 Oktober 2012.

Ia menambahkan, inovasi frugal mengarah pada tiga dimensi pembangunan yang berkelanjutan, yaitu environmental protection, economic development dan sosial equity. "Inovasi ini memerlukan keahlian bidang desain teknologi, aplikasi teknologi, manajemen dan pemasaran," ujarnya.

Inovasi frugal berbeda dengan inovasi pada umumnya. Pada prakteknya, inovasi ini mementingkan dua hal, yaitu pasar yang sangat luas serta harga pokok yang sangan murah. Jadi inovasi frugal harus melayani pasar terbesar dengan daya beli yang rendah.

Husein Aviecenna Akil, Kepala Pusat Penelitian Perkembangan Iptek (Pappiptek) LIPI, menjelaskan untuk memenuhi pasar dengan kondisi ketidakmampuan secara ekonomi, inovasi frugal merancang ulang produk untuk menghasilkan produk yang sangat murah, merekonfigurasi value chain, serta menemukan model bisnis baru.

"Tiga elemen kunci pada inovasi frugal yakni outsource semua kegiatan non inti, menggunakan teknologi dengan cara imajinatif, serta menerapkan teknik-teknik produk massal di area yang tidak terduga," kata Husein Aviecenna Akil.

Djusman Sajuti berharap agar Forum Tahunan Pengembangan Iptekin Ke-2 Tahun 2012 yang membahas tentang inovasi frugal ini dapat menjadi ajang memfasilitasi dan menghimpun hasil penelitian, pengalaman atau praktek dari para peneliti, praktisi, akademisi, LSM, industri dan media, tentang tantangan dan peluang membangun inovasi frugal.

"Saya berharap forum ini bisa meningkatkan komunikasi dan kerjasama antara ilmuwan, perekayasa, praktisi di industri serta masyarakat untuk meningkatkan keterlibatannnya dalam merumuskan kebijakan Iptek," tutur Djusman Sajuti. (sj-vivanews)



  Kress Septian Rohman menyukai ini
Berita Terkait
Sedna
26 Agustus 2010
Blackberry 9570 STORM 3?
24 September 2010

Satugeners Ketentuan Donasi
© 2012 Satugen